Komposisi Fotografi

1 09 2010

Pengarang berkontemplasi dengan huruf, kata, kalimat dan paragraf , tulisan Tubagus mengenai hal ini benar dan sulit mengkomposisikan kata sesulit mengkomposisikan warna, bentuk dan tekstur ditambah cahaya lagi pada dunia fotografi. Tubagus ingin tetap berpendapat bahwa pengajaran komposisi 1/3 bagian dengan segala hukum fotografi itu wajib diterapkan tergantung situasi dan kondisi. Sebenarnya ilustrasi ini akan menjelaskan keberatan saya atas aplikasi hukum dan segala aturan  dogma fotografi.

Seorang guru gambar SD memberi contoh gambar pemandangan dengan dua gunung dan satu matahari di tengah. Juga kemudian “memaksakan” murid-murid SD tersebut dengan teknik gambar orang dewasa seperti warna biru pada langit, warna coklat pada pohon, warna hijau pada daun dsb. Kalau anak SD tersebut mempunyai imajinasi sendiri yang menggambarkan wajah berwarna ungu, rumbut berwarna jingga, dan proporsi yang nyeleneh. Langsung ditegur oleh guru dogmatik tersebut. Kejadian seperti ini banyak terjadi dan masih sampai saat ini. Hasilnya setelah mahasiswa mereka di tes gambar, dan mereka masih menggambar dengan dua gunung dan satu matahari betapa miskin kreatifitas para mahasiswa yang non seni rupa terutama.

Ternyata setelah diadakan penelitian, anak-anak itu adalah jenius menggambar yang hilang kejeniusannya setelah dewasa ujar Picasso. Para ahli pendidikan visual anak banyak berpendapat  tidak boleh mengajar teknik menggambar orang dewasa kepada anak-anak di bawah usia 12 th, hal tersebut akan merusak kreatifitas anak tersebut.

Salah satu cara adalah membuat anak tersebut mengingat pengalaman jalan-jalan, ke kebun binatang, apa yang mereka tonton, kegiatan apa yang mereka lakukan dan kemudian menceritakan dalam bentuk gambar dan sebebas-bebasnya. Boleh warna ungu pada wajah, boleh warna merah pada rumput dsb. Teknik ini sering disebut visualisasi yang tentunya pengarang seperti Tubagus dll apalagi fotografer perlu tahu visualisasi. Anak kecil dianggap jenius dan spontan dalam menggambar, kalau dia lagi benci kakaknya maka kakaknya digambar dengan gigi yang besar dan ekspresi lagi marah. Affandi dan Picasso sekalipun tidak punya ekspresi sebebas dan sespontan anak-anak kecil.

Aturan hukum rule of the third, komposisi 9 bagian, simetris, komposisi diagonal pada dunia fotografi yang dimakan mentah-mentah oleh siswa dan dijadikan sebagai hukum yang tidak terbantahkan oleh fotografer (baca: ada dan tidak semua). Hukum-hukum tersebut ada setelah karya seni rupa dibuat. Tetapi seniman biasanya selalu berusaha keluar dari hukum-hukum tersebut. Fotografer dilatih rasa terhadap komposisi warna, bentuk, tekstur dan sinar. Hukum itu hanya sebagai pengetahuan saja dan kadang-kadang masih muncul secara tidak sengaja pada saat pemotretan. Pada saat memotret kita biasanya tahu, melihat (visualisasi) dan setelah jam terbangnya tinggi kita mulai main rasa pada komposisi. Kalau ngomong dan bicara terus emang sulit, paling gampang secara visual.

Mengembangkan rasa dalam melihat hubungan bentuk dan warna masih lebih penting dari pada menerapkan hukum-hukum fotografi. Lagipula kita musti tahu apakah hukum 1/3 bagian dari lukisan pada era 500 th yang lalu (Leonardo da Vinci) bisa diterapkan pada fotografi. Fotografi merekam suatu yang realitas dan hampir yang seperti kita lihat terutama foto warna.

Hukum 1/3 bagian baru efektif digunakan pada foto yang ada garis horisonnya seperti di pantai, gunung, danau atau dataran yang luas dan terlihat garis horisonnya. Itupun tergantung dari warna langit, warna tanah dan posisi manusia atau benda yang difoto. Saya baca pembahasan Tubagus jauh dari warna, bentuk, tekstur dan kualitas + arah sinar, seakan pada tulisan itu komposisi foto = grammar atau tata bahasa yang banyak aturannya. Komposisi foto sebenarnya bebas selama bisa menimbulkan rasa tertentu. Selain analisa Rasa dari foto, pembahasan komposisi merupakan hal yang utama dalam melancarkan kritik foto. Yang jadi persoalan latihan meningkatkan rasa jauh lebih sulit dibandingkan belajar  hukum fotografi  atau teknik fotografi.***

sumber : http://www.matabumi.com/features/komposisi-fotografi-%3D-rasa-gabungan-warna-+-bentuk-+-tekstur-+-kualitas-dan-arah-sinar

About these ads

Actions

Information




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: